Perbedaan Aura Anak Indigo

Warna Aura Indigo, Berbeda tapi Bukan ‘Aneh’

Selasa, 26 Februari 2008 – 11:40 wib
Salam kenal Bu Lianny, kami tinggal di Kalimantan Kabupaten Sekadau. Suatu hari kami ke Jakarta, dan anak kami di foto Aura. Ketika itu operator mesin Aura, bilang anak saya termasuk mempunyai Aura Indigo.

Saya pernah beberapa kali baca tulisan yang membahas tentang “anak indigo” yang dikatakan sebagai. Orang ?~aneh’, tipe pemberontak dan bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh anak biasa. Dan anak indigo punya banyak masalah kejiwaan yang jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi bumerang yang menghancurkan dirinya, bahkan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa.

Kami sebagai orangtua jadi takut dengan mendapati kenyataan anak kami energi auranya berwarna indigo, memang anak kami banyak sekali membantah dan melawan apa yang tidak dia suka, jadi gurunyapun banyak mengeluh karena anak kami sering berdebat.

Mohon bantuannya, apa yang harus kami pahami jika benar anak kami Auranya berwarna Indigo, apa yang harus kami lakukan agar mengarahkan anak tersebut menjadi anak yang positif hidupnya.

Terima kasih,
Arifein Efendy


Jawaban:

Salam kenal juga, Pak Arifein.
Fenomena “Anak Indigo” memang mengalami pro dan kontra, jika kita membahasnya dengan orang yang tidak tahu sama sekali tentang ini, maka jawabannya membuat banyak hal yang merisaukan hati terutama para orangtua yang menjadi frustasi, dengan banyak info yang tidak berdasar.

“Anak Indigo” merupakan istilah yang relatif baru di kalangan masyarakat khususnya Indonesia, namun bagi kalangan dunia, terutama Amerika yang gencar mengadakan penelitian, terbilang relatif cukup lama. Hal tersebut dibuktikan dengan terbitnya beberapa buku tentang Indigo Child seperti: “Understanding Your Life Through Color 1982” penulis Nancy Ann Tappe. “The Care and Feeding of Indigo Children 2001” penulis dr Doreen Virtue. “The New Kids Have Arrived 2003” penulis Lee Caroll & Jan Tober.

Penelitian tentang fenomena anak-anak “berkarakter khusus” ini dilakukan oleh State University, San Diego, California. Dimana riset ditangani oleh seorang psikiater dr. Mc Greggor yang tertarik oleh data riset Nancy Ann Tappe, seorang guru dan konselor. Dalam perkembangan riset didapat pola corak dari anak-anak yang diteliti ini, mereka mempunyai medan energi yang sama satu dengan lainnya. Yaitu medan energi berwana indigo (bahasa Spanyol yang artinya nila) perpaduan antara warna biru dan ungu. Medan energi elektromagnetik yang terlihat, didapat oleh Nancy dan dr Mc Greggor melalui alat khusus yang saat ini, sudah dipasarkan di Indonesia yaitu mesin Aura Video Station yang lebih popular disebut mesin Foto Aura.

Dr Tb Erwin Kusuma SpKJ seorang psikiater yang mencermati keberadaan anak-anak Indigo ini, dan merupakan psikiater yang banyak didatangi para orangtua yang berkonsultasi tentang perilaku anaknya yang dianggap “tidak lazim”, dan beliau memberi nama “Nila putra” untuk anak Indigo Indonesia. Beliau menyarankan kepada para ahli jiwa untuk berhati-hati memberi pendapat, atau menyikapi fenomena ini, karena Indonesia belum pernah mengadakan riset khusus untuk anak-anak Indigo, jangan sembarangan memberi predikat pada mereka, apalagi sampai mencapnya sebagai anak “sakit” bahkan beberapa orangtua merasa sedih dan frustasi karena dianjurkan untuk “merumah sakit jiwa kan” anaknya.

Anak bapak kebetulan Auranya berwarna Indigo, mempunyai pola karakter yang sedikit berbeda dari anak umumnya, mereka lebih sensitif dan berpikir detail, mempunyai intusi yang peka, usia mereka tidak bisa dibuat patokan dalam kemampuan dan kedewasaan berpikir, maka banyak anak Indigo mampu berdiskusi untuk hal-hal yang spesifik ke arah pembahasan orang dewasa. Yang membuat orangtua anak-anak ini mengeluh, karena sering orangtua bersikap otoriter, orangtua yang selalu berusaha mendikte, tidak kenal kompromi untuk hal-hal yang diluar kebiasaan yang ada, dan anak indigo mampu melakukan terobosan, (misalnya seorang anak indigo, menegur sang ayah yang merokok) pada saat menegur, sikap anak seperti orang tua yang menegur seorang yang lebih muda, tentu saja orangtua yang mendapat perlakuan demikian dari anaknya, tidak mau/ tidak mampu menerimanya, walaupun melarang merokok itu adalah hal yang patut diterima. Tapi orangtua yang terbiasa otoriter merasa “di gurui” atau “dikurang ajari” dan ketika terjadi saling sanggah, orangtua mencap anak-anak ini sebagai “anak nakal”, “anak pemberontak”, “anak kurang ajar” dan sebagainya.

Sikap bijaksana jika kita sudah mengetahui energi Aura anak berwarna Indigo, adalah tetap memperlakukan anak tersebut sebagai anak “biasa”, bukan anak “aneh”. Maka sebagai orangtua kita bisa memperlakukan sang anak, secara dewasa baik dalam berpikir maupun dalam menerapkan dengan berdasar, apa yang boleh dan tidak boleh dia lakukan. Membiarkan anak berpikir bebas, suasana diciptakan riang dan tidak ada penekanan aturan baku yang sempit, tapi diajar kepatuhan sebagai bentuk pengembangan diri. Dengan keadaan demikian orangtua pun harus banyak belajar berubah sikap, tidak bisa menerapkan kemauan berdasar sikap mau menang sendiri. Seorang anak Indigo yang mendapat lingkungan yang mendukung ke arah positif menjadikan dirinya mampu menyumbangkan inovasi pemikiran dan wacana-wacana berpikir yang menghasilkan sesuatu yang berguna untuk perkembangan kemanusiaan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: